Harusnya dari Dulu Pakai Dehumidifier di Rumah

Baru-baru ini saya membeli CO2 monitor. Kebetulan, alat ini juga bisa memonitor kelembapan, temperatur, dan tekanan udara.

Sekarang monitor ini saya pasang di ruang utama rumah. Dari situ saya baru menyadari bahwa rumah kami terkadang sangat lembap, bahkan bisa mencapai lebih dari 70%.

Pantas saja rumah terasa gerah sekali di waktu-waktu tertentu. Kami jadi semakin sering menyalakan AC supaya tidak terlalu gerah.

Berdasarkan informasi yang saya baca, tingkat kelembapan indoor yang ideal itu ada di antara 40% – 60%. Jika sudah mencapai 70%, maka selain tidak nyaman di tubuh, jamur dan tungau debu juga bisa tumbuh dan menyebar.

Karena mulai khawatir dengan level kelembapan ini, saya jadi kepikiran untuk membeli dehumidifier.

Continue reading Harusnya dari Dulu Pakai Dehumidifier di Rumah

Mengukur Level CO2 Selama Perjalanan Naik Taksi

Sudah lama saya penasaran soal kualitas udara di ruangan tertutup, terutama di ruangan seperti kamar tidur saya. Kebetulan beberapa minggu lalu ada teman yang mengajak untuk group buy barang-barang dari AliExpress.

Saya memutuskan untuk membeli portable CO2 monitor kecil untuk mulai iseng-iseng ukur level CO2 sendiri hehe. Saya memilih INKBIRD IAM-T1.

Barangnya saya terima ketika saya sedang di kantor. Jadi untuk eksperimen pertama: saya bawa alatnya naik taksi, terus saya biarkan alatnya mencatat level CO2 setiap menit sepanjang perjalanan. Saya tidak menyangka hasilnya seperti grafik berikut ini.

Continue reading Mengukur Level CO2 Selama Perjalanan Naik Taksi

Dari Timemore ke Hario Polaris: timbangan kopi terbaik menurut saya

Timbangan kopi saya yang Timemore Basic Mini, sepertinya sudah tidak tertolong lagi :’)

Dulu, baru beberapa minggu dipakai, timbangan ini dijatuhkan ke lantai oleh salah satu kucing peliharaan saya ^^; Setelah itu, berat yang diukur bisa naik-turun sendiri meskipun tidak ada yang berubah. Sudah pernah saya kirim untuk di-service ke Benny Loves Coffee, tapi sepertinya tidak bisa sembuh 100%; antara penyakitnya kumat, atau hasil timbangannya jadi sangat tidak akurat.

Foto pelaku.

Setelah 2 tahun bertahan, akhirnya saya menyerah dan mencari timbangan kopi baru. Pilihannya ada dua: sidegrade atau upgrade sekalian.

Continue reading Dari Timemore ke Hario Polaris: timbangan kopi terbaik menurut saya

Pebble Time 2: Smartwatch untuk Para Tinkerer

Belum lama ini saya me-review Garmin Instinct 3 Solar. Di post itu saya bilang bahwa sebagai smartwatch, Garmin itu bagus banget kalau yang dicari hanya notifikasi, simple media control, dan health tracking.

Nah, akhir Mei kemarin, Pebble Time 2 saya akhirnya tiba. Saya pre-order jam ini dari bulan Maret tahun lalu, tidak lama setelah baca berita bahwa Pebble dibangkitkan kembali oleh Eric Migicovsky, founder Pebble itu sendiri.

TL;DR: Kalau health tracking jadi prioritas, Garmin masih juara. Tapi kalau mau memenuhi jiwa geeky, Pebble Time 2 ini menang jauh. 😀

Pebble Time 2

Continue reading Pebble Time 2: Smartwatch untuk Para Tinkerer

Mengenang TV Bodoh Saya

Setelah sekitar 10 tahun, TV “bodoh” saya akhirnya mulai menunjukkan masalah pada panelnya. Layarnya mulai terang-redup.

Saya ingat waktu dulu membeli Panasonic TH-32A403G ini, saya memang sengaja mencari TV yang bukan smart TV, alias dumb TV.

Sekitar 10 tahun lalu, TV seperti ini masih cukup gampang ditemukan. Yang justru sulit waktu itu adalah mencari TV ukuran 32 inci yang sudah Full HD. Mayoritas TV 32 inci saat itu masih punya resolusi HD. Seingat saya, hanya Panasonic yang waktu itu menawarkan spek seperti ini.

Sebenarnya selama ini saya beberapa kali kepikiran untuk upgrade TV. Tapi karena TV yang saya pakai selalu baik-baik saja, saya tidak pernah punya alasan yang cukup kuat untuk upgrade ^^;

Continue reading Mengenang TV Bodoh Saya

Jam tangan sport adalah smartwatch terbaik (untuk saya)

Saya sudah beberapa kali mencoba menggunakan smartwatch secara rutin.

Pada tahun 2014 dulu saya menggunakan Moto 360. Sejak saat itu, saya sudah pernah beberapa kali menggunakan smartwatch dan smartband lain.

Moto 360.

Namun saya tidak pernah benar-benar betah menggunakan semuanya secara rutin. Alasan utamanya sangat simple: battery life.

Smartwatch bukanlah gadget yang saya anggap penting banget, beda level dengan smartphone. Jadi tambahan kerepotan untuk selalu mengingat charge smartwatch itu buat saya tidak sebanding dengan benefit menggunakan smartwatch.

Karena beberapa pengalaman ini, saya masih lebih suka mengoleksi dan menggunakan jam tangan tradisional (both analog and digital).

Continue reading Jam tangan sport adalah smartwatch terbaik (untuk saya)

Lens hood silikon

Kalau saya pergi ke kantor, salah satu moment yang paling saya tunggu-tunggu adalah ketika matahari mulai terbenam.

Saya hobi fotografi, dan kebetulan kantor saya berada di gedung yang cukup tinggi. Jadi saya sering foto sunset dari jendela kantor.

Selama ini saya cukup kesulitan untuk melawan refleksi lampu dari dalam ruangan. Terkadang berdiri di sebelah dalam window roller blind itu tidak cukup kalau lampu ruangan sangat terang. Saya masih harus pakai jaket lagi untuk menutupi kepala dan kamera seperti fotografer zaman dulu.

Terkadang rekan kantor bingung saya lagi ngapain.
Continue reading Lens hood silikon

Lowepro GearUp Creator Box L II camera insert fits the Brevite Jumper backpack.

One of my vices is buying bags ^^;

For camera backpack, I normally use the Brevite Jumper. But for non camera backpacks, I do have several others.

Brevite Jumper.

I really like the Brevite Jumper’s design and layout, but the shoulder straps are not the most comfortable. It also doesn’t have sternum and removable hip straps. Some of my other backpacks have those.

I wanted my non camera backpacks to be more accommodating to my photography needs when needed. So I browsed around for a good camera insert. I thought that it’d be better to get a camera insert rather than buying another backpack 😛

Continue reading Lowepro GearUp Creator Box L II camera insert fits the Brevite Jumper backpack.

Filter comparison: Freewell CPL/GMIST (1/4) vs. PolarPro ShortStache Everyday Filter

I got the opportunity to purchase the PolarPro ShortStache Everyday Filter. I already have the Freewell CPL/GMIST filter, which is very similar to the ShortStache filter, but I’m curious about the difference between the two.

Some brief comparisons:

Continue reading Filter comparison: Freewell CPL/GMIST (1/4) vs. PolarPro ShortStache Everyday Filter

Pengamatan tidak penting mengenai dua tipe design charger

Mungkin ini adalah sebuah pengamatan yang sangat tidak penting. Karena satu dan lain hal, saya punya banyak charger ^^; Antara dapat dari ketika beli gadget dan elektronik, atau memang saya beli sendiri.

Charger yang saya maksud di sini adalah charger USB yang sekarang ini bisa digunakan untuk charge banyak sekali tipe elektronik dan gadget modern. Baik itu smartphone, laptop, smartwatch, kamera, dll.

Tipe charger yang paling umum kita temui adalah yang tipe batok seperti ini:

Continue reading Pengamatan tidak penting mengenai dua tipe design charger