Pebble Time 2: Smartwatch untuk Para Tinkerer

Belum lama ini saya me-review Garmin Instinct 3 Solar. Di post itu saya bilang bahwa sebagai smartwatch, Garmin itu bagus banget kalau yang dicari hanya notifikasi, simple media control, dan health tracking.

Nah, akhir Mei kemarin, Pebble Time 2 saya akhirnya tiba. Saya pre-order jam ini dari bulan Maret tahun lalu, tidak lama setelah baca berita bahwa Pebble dibangkitkan kembali oleh Eric Migicovsky, founder Pebble itu sendiri.

TL;DR: Kalau health tracking jadi prioritas, Garmin masih juara. Tapi kalau mau memenuhi jiwa geeky, Pebble Time 2 ini menang jauh. 😀

Pebble Time 2

Continue reading Pebble Time 2: Smartwatch untuk Para Tinkerer

Cara Backup Google Photos Unlimited dengan Kualitas Foto & Video Original

Saya baru tahu kalau upload foto dan video dari smartphone Google Pixel generasi pertama itu tidak mengurangi kuota di Google Photos.

Ini yang bikin harga second-nya masih lumayan tinggi, padahal umurnya sudah hampir 10 tahun.

Masalah kuota backup ini memang makin lama makin kerasa mahal; apalagi kalau hobi foto. Backup foto saya di Google Photos sekarang sudah hampir 1TB.

Sejak tahu soal Google Pixel ini, saya mulai coba cari unit second-nya di marketplace online. Ternyata tidak semudah itu. Di beberapa platform, pencarian keyword “Google Pixel” itu sendiri sudah tidak diperbolehkan.

Continue reading Cara Backup Google Photos Unlimited dengan Kualitas Foto & Video Original

Search Tokopedia yang Lebih Akurat

Sejak diakuisisi TikTok, mesin pencarian Tokopedia menurut saya semakin tidak bisa diandalkan. Kalau kamu pernah ngetik keyword spesifik tapi hasilnya malah produk-produk yang tidak relevan, kamu tidak sendirian.

Hasil pencarian sekarang seringkali menampilkan produk-produk yang tidak mengandung keyword yang dicari. Beberapa fitur juga sudah hilang, termasuk kemampuan memfilter hasil pencarian menggunakan keyword tertentu yang dulu sangat membantu.

Tapi saya menemukan cara untuk memaksa Tokopedia menampilkan hasil yang benar-benar relevan dengan keyword yang dicari.

Continue reading Search Tokopedia yang Lebih Akurat

Mengenang TV Bodoh Saya

Setelah sekitar 10 tahun, TV “bodoh” saya akhirnya mulai menunjukkan masalah pada panelnya. Layarnya mulai terang-redup.

Saya ingat waktu dulu membeli Panasonic TH-32A403G ini, saya memang sengaja mencari TV yang bukan smart TV, alias dumb TV.

Sekitar 10 tahun lalu, TV seperti ini masih cukup gampang ditemukan. Yang justru sulit waktu itu adalah mencari TV ukuran 32 inci yang sudah Full HD. Mayoritas TV 32 inci saat itu masih punya resolusi HD. Seingat saya, hanya Panasonic yang waktu itu menawarkan spek seperti ini.

Sebenarnya selama ini saya beberapa kali kepikiran untuk upgrade TV. Tapi karena TV yang saya pakai selalu baik-baik saja, saya tidak pernah punya alasan yang cukup kuat untuk upgrade ^^;

Continue reading Mengenang TV Bodoh Saya

Membuat webapp menggunakan LLM assistant

Selama beberapa bulan ini saya berlangganan Perplexity, saya lebih banyak menggunakan LLM assistant tersebut sebagai mesin pencarian yang interaktif.

Baru-baru ini saya teringat sebuah ide lama untuk sebuah aplikasi, dan baru teringat juga kalau seharusnya saya bisa mencoba menggunakan AI assistant untuk membuat aplikasi ini.

Awalnya saya coba menggunakan Perplexity untuk membuat versi-versi awal dari aplikasi ini. Namun setelah limit bulanan-nya habis, saya pindah menggunakan Claude untuk pengembangan berikutnya.

Latar belakang

Saya sering lupa menaruh barang-barang saya terakhir kali itu di mana, terutama untuk barang-barang yang jarang dipakai. Contohnya: bantal leher untuk travel.

Saya hanya akan mencari barang tersebut ketika ingin traveling. Sedangkan jarak waktu antar traveling itu seringkali cukup jauh, bisa beberapa bulan. Hal ini yang bisa membuat saya lupa di mana saya terakhir menyimpannya.

Problem nomor dua yang ingin saya solve adalah untuk mengingat kapan terakhir kali saya mengganti sesuatu. Contoh: kapan ya saya terakhir kali mengganti filter air purifier di kamar tidur? Kapan ya terakhir vaksin / memberikan obat kutu untuk kucing-kucing saya? Kapan ya saya terakhir kali service mobil?

Saya ingin membuat sebuah app yang bisa mengingatkan saya atas kedua hal ini: untuk mencatat lokasi penyimpanan terakhir dari suatu barang, dan untuk mencatat kapan saya terakhir melakukan sesuatu.

Continue reading Membuat webapp menggunakan LLM assistant

Jam tangan sport adalah smartwatch terbaik (untuk saya)

Saya sudah beberapa kali mencoba menggunakan smartwatch secara rutin.

Pada tahun 2014 dulu saya menggunakan Moto 360. Sejak saat itu, saya sudah pernah beberapa kali menggunakan smartwatch dan smartband lain.

Moto 360.

Namun saya tidak pernah benar-benar betah menggunakan semuanya secara rutin. Alasan utamanya sangat simple: battery life.

Smartwatch bukanlah gadget yang saya anggap penting banget, beda level dengan smartphone. Jadi tambahan kerepotan untuk selalu mengingat charge smartwatch itu buat saya tidak sebanding dengan benefit menggunakan smartwatch.

Karena beberapa pengalaman ini, saya masih lebih suka mengoleksi dan menggunakan jam tangan tradisional (both analog and digital).

Continue reading Jam tangan sport adalah smartwatch terbaik (untuk saya)

“Menceraikan” beberapa aktifitas dari smartphone

Dulu ketika kemampuan smartphone semakin meningkat, saya pribadi sangat senang karena satu smartphone ini bisa menggantikan banyak sekali device-device lainnya seperti kamera, music player, kalkulator, dan lain-lain.

Namun semakin ke berumur, saya mulai ada kecenderungan untuk kembali memisahkan beberapa kegiatan dari smartphone.

Continue reading “Menceraikan” beberapa aktifitas dari smartphone

LLM Chatbot changed how I consume some videos

I mentioned previously that I’ve now subscribed to Perplexity to be used mainly as an interactive search engine.

I think I found another use of it.

I’ve always wanted to be able to consume information from certain videos (mainly from YouTube) as written text. For example: news related videos, product review videos, etc.

Continue reading LLM Chatbot changed how I consume some videos

Akhirnya saya berlangganan chatbot LLM

Setelah sekian lama menggunakan chatbot LLM versi gratisan seperti ChatGPT dan Google Gemini, akhirnya saya memutuskan untuk berlangganan tahunan untuk salah satu dari mereka.

Pilihan saya jatuh ke Perplexity AI.

Kenapa memilih Perplexity? Padahal kalau dilihat dari harga dan fiturnya, bisa dibilang yang didapatkan itu lebih terbatas jika dibandingkan dengan Google Gemini misalnya.

Continue reading Akhirnya saya berlangganan chatbot LLM

AI vs Insentif untuk menjadi original.

Beberapa waktu belakangan ini ramai diskusi mengenai ChatGPT dari OpenAI dan kemampuan barunya untuk mengubah style sebuah gambar atau foto menjadi menyerupai style ikonik milik Studio Ghibli.

Di satu sisi saya paham bahwa ini adalah sebuah kemajuan teknologi. Teknologi ini membuka peluang untuk menghasilkan sebuah “karya seni” (bayangkan tanda kutip ini segede Monas) ke masyarakat luas.

Continue reading AI vs Insentif untuk menjadi original.