Latihan mengetik dengan 10 jari

Karena COVID-19, saya harus bekerja dari rumah 6 bulan terakhir ini. Meskipun demikian, saya tentunya sangat bersyukur masih bisa bekerja di tengah wabah pandemi ini.

Sama seperti beberapa orang yang jadinya harus bekerja dari rumah, momen ini menjadi kesempatan untuk upgrade meja kerja di rumah.

Salah satu gadget baru yang saya beli adalah sebuah mechanical keyboard dengan kapabilitas bluetooth (untuk mengurangi jumlah kabel yang melintang di meja). Pilihan saya jatuh pada Keychron K2 version 2, dengan brown switch.

Karena akhirnya punya keyboard yang cukup keren, saya jadi kepikiran untuk sekalian meningkatkan kemampuan mengetik saya.

Jual Keychron K2 Backlight Plastic Frame Wireless & Wired Mechanical  Keyboard - White Online September 2020 | Blibli.com
Biar ngga malu sama keyboardnya.
Continue reading Latihan mengetik dengan 10 jari

Renungan: The Social Dilemma

Netflix baru-baru ini meluncurkan sebuah dokumenter dengan judul The Social Dilemma. Dokumenter ini berisikan wawancara dengan banyak orang-orang hebat yang pernah di perusahaan-perusahaan teknologi raksasa seperti Facebook, Google, Twitter, Instagram, Pinterest, dst.

Topik utamanya adalah bagaimana banyak produk dari perusahaan-perusahaan ini bertumbuh menjadi sangat besar dalam waktu yang sangat singkat. Dalam proses tersebut, mereka kehilangan kendali dari platform yang mereka ciptakan sendiri.

Hal ini dipengaruhi oleh model bisnis perusahaan-perusahaan tersebut: iklan online.

Perusahaan-perusahaan ini berlomba-lomba untuk meyakinkan bahwa, “Hey, kalau kamu ngiklan di platform saya, pasti hasilnya memuaskan!”

Stonks guaranteed.
Continue reading Renungan: The Social Dilemma

Menghindari URL tracking

Apakah kalian pernah mengunjungi sebuah website, seperti Amazon, dan memperhatikan URL yang panjang seperti ini?

https://www.amazon.com/AmazonBasics-Lightning-USB-Cable-Certified/dp/B07DC9SBLQ/ref=sr_1_1?dchild=1&keywords=amazonbasics&pf_rd_p=934fb9-3aaa-476f-8532-6a4a5da3e7&pf_rd_r=AV0YYJDH57W4EYWSKH&qid=1599500&sr=8-1

Sebetulnya, URL yang dibutuhkan untuk melihat halaman yang sama hanyalah:

https://www.amazon.com/dp/B07DC9SBLQ/

Bagian AmazonBasics-Lightning-USB-Cable-Certified ditambahkan untuk keperluan SEO, sedangkan bagian ref=sr_1_1?dchild=1&keywords=amazonbasics&pf_rd_p=934fb9-3aaa-476f-8532-6a4a5da3e7&pf_rd_r=AV0YYJDH57W4EYWSKH&qid=1599500&sr=8-1 ditambahkan untuk mengikuti gerak-gerik kamu di website tersebut.

Dengan URL tracking tersebut, Amazon bisa mempelajari kamu membuka halaman produk tersebut dari halaman/menu yang mana.

Banyak aplikasi dan website melakukan hal yang sama karena memang hal ini berguna untuk menganalisa kebiasaan pengguna. Namun belum tentu semua orang menyadari atau nyaman dengan hal ini.

Continue reading Menghindari URL tracking

Menyerempet maut


Kalau ada hal yang bisa saya syukuri dari musibah pandemi ini, salah satunya adalah saya sedang kerja dari rumah ketika ini terjadi:

Penyebabnya klasik, ada orang rumah sedang manasin minyak, ingin menggoreng makanan, namun karena menerima telepon, jadinya lupa sedang manasin minyak.

Tiba-tiba saya mencium bau tidak enak dan tidak lama kemudian mendengar suara meletup-letup yang aneh.

Continue reading Menyerempet maut

Menjinakkan notifikasi


Push notification atau notifikasi seharusnya adalah sebuah fitur yang sangat berguna. Tanpa fitur tersebut, mungkin kita tidak akan sadar jika kita mendapat pesan penting dari teman, orang tua, pacar, suami, istri, anak, atau mungkin ketika mendapat email penting dari klien atau bos.

Namun jika jumlahnya sehari sudah ratusan atau bahkan ribuan, fitur ini tentunya menjadi kurang berguna atau bahkan menjadi sangat mengganggu.

Jika kalian menggunakan smartphone Android, coba cek menu Digital Wellbeing (di dalam setting Android), dan lihat berapa jumlah notifikasi yang bisa kalian terima dalam sehari.

Kalau saya sih biasanya bisa mendapat ratusan, atau bahkan ribuan notifikasi setiap harinya. Kalau melihat contoh pada tanggal 16 Juli di atas, artinya saya mendapatkan ~90 notifikasi setiap jam, atau 1 hingga 2 notifikasi setiap menit selama 24 jam. Untungnya tidak setiap hari seperti itu.

Saya merasa hal ini sudah tidak produktif. Notifikasi penting tenggelam di antara banjir notifikasi. Kita jadi mudah teralihkan perhatiannya ketika harus fokus kerja, dan jadi tidak tenang pada jam-jam santai kita.

Di artikel ini saya ingin sharing upaya saya selama ini untuk menjinakkan notifikasi-notifikasi yang saya terima.

Continue reading Menjinakkan notifikasi

How to use NextDNS on your GL.iNet Convexa-B (GL-B1300) OpenWrt router

This is a translation of an excerpt adapted from my review of GL.iNet Convexa-B (GL-B1300) router. As of writing, I'm using the official GL.iNet firmware version 3.104 (pre-release). This tutorial might work on other GL.iNet routers. I don't guarantee anything, so do this at your own risk.

If you already use GL.iNet Convexa-B (GL-B1300) router, you might already be aware that on the GL.iNet’s Admin Panel (not the LuCI version), there’s a toggle to activate DNS over TLS from Cloudflare.

MORE SETTINGS > Custom DNS Server

But what if I want to use other DNS provider such as NextDNS? I personally prefer NextDNS because it can also act as a DNS sinkhole. I’ve also paid for NextDNS Pro subscription. It’d be a shame if I don’t use it to its full potential 😛

Can we use NextDNS instead of Cloudflare? Yes, we can. It’s much easier if you’re on the latest version of vanilla OpenWrt, I believe you can just install luci-app-nextdns. If you want to stay on the official GL.iNet version (which is still using OpenWrt 15.05 as of July 2020), it’s a little more involved.

The way I use NextDNS is by modifying the configuration file to change the DNS server info from Cloudflare’s to NextDNS’. This way I can still toggle DNS over TLS easily from the Custom DNS Server menu.

Continue reading How to use NextDNS on your GL.iNet Convexa-B (GL-B1300) OpenWrt router

Review router GL.iNet Convexa-B (GL-B1300)

Saya pernah menulis dua artikel mengenai DNS sinkhole:

Nah kali ini saya ingin mencoba solusi yang ketiga, yaitu router yang mendukung enkripsi DNS secara native.

Saya memutuskan untuk mencoba router GL.iNet Convexa-B (GL-B1300). Saya beli dari Jakmall karena waktu saya cek-cek harga, harganya paling murah di situ.

Kenapa saya tertarik dengan GL-B1300? Karena router tersebut menggunakan OpenWrt.

Continue reading Review router GL.iNet Convexa-B (GL-B1300)

Tambahkan canonical link di Medium untuk meningkatkan SEO blog pribadimu.

Saya menulis artikel-artikel ini sebenarnya untuk blog pribadi saya. Namun saya menduplikasi artikel-artikel saya di Medium karena saya mengakui bahwa Medium adalah sebuah platform publikasi yang sudah jauh lebih matang, dengan jumlah pembaca yang juga jauh lebih besar.

Saya sendiri baru tahu bahwa jika kita posting konten yang sama di dua, atau bahkan beberapa platform yang berbeda, sebenarnya sangat penting untuk memberi tahu mesin pencari seperti Google, sumber mana yang memiliki otoritas lebih tinggi.

Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan canonical link. Jadi jika kamu ingin memberi tahu mesin pencari bahwa sumber konten yang memiliki otoritas tertinggi adalah artikel yang kamu post di blog pribadi, maka kamu bisa menambahkan canonical link pada artikel-artikel kamu di Medium.

Continue reading Tambahkan canonical link di Medium untuk meningkatkan SEO blog pribadimu.

Pulang pergi ke kantor dengan sepeda lipat listrik Lankeleisi G660, sebuah review

Note: artikel ini saya tulis sebelum heboh pandemi COVID-19 dan sebelum PSBB Jakarta dimulai. Namun karena menurut saya waktunya kurang pas, saya tunda rilis artikelnya hingga sekarang.

Pada suatu waktu…

Sekitar 10 tahun, lalu saya pernah bike-to-work ke kantor. Setahun pertama masih pakai sepeda gunung biasa. Tidak lama kemudian saya lihat ada yang jual sepeda listrik dan saya jadi tertarik. Alasan utamanya agar saya tidak keringatan ketika sampai kantor.

Waktu itu saya beli sepeda listrik yang teknologi baterainya belum canggih seperti sekarang, masih pakai aki motor 3 atau 4 buah yang disambung jadi satu. Jadi sepedanya berat banget.

Saya setia pakai sepeda ini sampai saya pindah kerja ke tempat yang lebih jauh (14km vs 5.6 km). Saya jadi menggunakan kendaraan umum, dan kemudian mobil pribadi.

Ketika masih bike-to-work, meskipun badan saya bisa dibilang kurus kerempeng, saya bangga banget dengan otot paha dan betis saya 😀

Satu dekade kemudian…

Nah pada tahun 2019 kemarin, skuter listrik sempat booming di Jakarta (sebelum akhirnya dilarang pemerintah). Namun hal ini yang membuat saya kembali tertarik untuk menggunakan kendaraan listrik.

Continue reading Pulang pergi ke kantor dengan sepeda lipat listrik Lankeleisi G660, sebuah review