Mencoba Traveler’s Notebook dengan The A.D.D. Method yang Sedang Saya Kembangkan

Saya harus akui, isi otak saya ini berantakan. Sudah bertahun-tahun saya mencari sistem pencatatan yang tepat, baik analog maupun digital. Tapi sejauh ini, belum ada yang bisa saya gunakan secara konsisten dalam jangka waktu yang lama.

Beberapa hal simple seperti recurring reminder di HP memang sangat membantu. Namun, untuk banyak hal lainnya, saya masih merasa ada yang kurang.

Kendala utama yang selama ini saya alami dengan sistem analog (pen and paper) adalah saya biasanya hanya membawa satu notebook. Akibatnya, notebook tersebut mencakup terlalu banyak hal: personal, kerjaan, proyek-proyek seperti merencanakan liburan, dan lain-lain.

Baru-baru ini saya mendalami sebuah sistem notebook bernama Traveler’s Notebook (TN). Saya tertarik karena sifatnya yang modular. Dalam satu cover, kita bisa memasukkan beberapa insert. Rasanya, ini bisa menjadi solusi untuk memisahkan beberapa topik ke insert yang berbeda.

Saya baru saja membeli satu leather cover ukuran reguler dari Mynty Mint. Menurut saya kualitasnya sangat bagus. Dengan harga yang relatif terjangkau, saya mendapatkan leather cover sistem TN berbahan crazy horse leather. Kulitnya cukup tebal dan terasa high quality.

Crazy horse leather akan terlihat semakin keren karena patina yang terbentuk seiring pemakaian.

Karena masih dalam tahap eksperimen, saya juga membeli beberapa tipe insert untuk mencoba sistem mana yang paling cocok untuk kebutuhan saya pribadi.

Saat ini, saya mencoba memakai tiga insert saja. Saya ingin membuat sistem hybrid dari beberapa metode yang pernah saya baca dan coba sebelumnya, lalu menyesuaikannya dengan kebutuhan sendiri.

Ada beberapa inspirasi yang saya ambil dari sistem seperti Bullet Journal, GTD, dan Map of Content. Bukan berarti saya mengikuti semuanya secara penuh, tapi saya mengambil bagian-bagian yang terasa paling relevan untuk cara saya mencatat dan mengelola banyak hal.

Saya coba kasih nama sistem ini: The A.D.D. Method.

  • Add what arrives.
  • Develop what needs thought.
  • Document what is worth keeping.

Insert pertama adalah Add. Satu buku untuk mencatat rencana mingguan, harian, serta hal-hal yang perlu dicatat sepanjang hari. Apa pun itu, saya masukkan ke sini dulu. Nanti baru dirapikan atau dipindahkan ke tempat yang lebih sesuai, kalau memang diperlukan.

Insert kedua adalah Develop. Satu buku untuk proyek yang membutuhkan banyak riset dan pemikiran. Saya usahakan hanya fokus pada satu proyek besar dalam satu waktu. Untuk sekarang, insert ini saya pakai untuk riset dan planning liburan ke luar kota.

Insert ketiga adalah Document. Satu buku untuk mencatat hal-hal spesial yang terjadi pada hari-hari tertentu. Kalau tidak ada yang menarik pada hari itu, saya tidak memaksakan diri untuk menulis entry.

Contoh penampilan sistem TN yang diisi dengan 3 insert notebook.

Saya akan mencoba sistem ini selama beberapa minggu ke depan, lalu melakukan adjustment untuk The A.D.D. Method ini. Detailnya akan saya bagikan dalam satu post di masa yang akan datang 🙂


Sebelum kamu pergi

Kalau kamu suka dengan artikel ini, gunakan tombol-tombol di bawah untuk membagikan artikel ini ke teman-teman kamu, dan daftarkan email kamu untuk mendapatkan update jika ada artikel baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *