Setelah kurang lebih 5 tahun menggunakan ThinkPad T480, saya akhirnya memutuskan untuk upgrade laptop.
Sebenarnya, kalau hanya untuk web browsing, messaging, dan note taking, T480 masih OK banget. Tapi kebutuhan saya sudah lebih dari itu. Saya merasa web apps sekarang ini semakin berat, apalagi saya juga semakin aktif menggunakan LLM assistant dan beberapa kegiatan lain yang lebih menuntut resource.
Karena sudah keburu jatuh cinta dengan seri ThinkPad, saya terpikir untuk mencari ThinkPad bekas lagi, tapi versi yang lebih modern.
Setelah beberapa waktu mencari, pilihan saya jatuh ke ThinkPad P1 Gen 4. Pertimbangan utamanya: laptop ini beberapa generasi lebih baru dari T480, tetapi masih menggunakan RAM DDR4-3200. Kebetulan dulu saya sudah beli RAM DDR4 32GB untuk T480, jadi alangkah baiknya kalau saya bisa pakai lagi RAM yang sudah dibeli itu. Apalagi harga RAM sekarang sudah sangat ngeri mahalnya.

Spesifikasi unit yang saya dapat: i7-11800H, RAM 32GB DDR4-3200 (pakai RAM yang dulu saya beli untuk T480), dan SSD 1TB NVMe. Layarnya 2560×1600, IPS. ThinkPad P1 Gen 4 ini juga dilengkapi RTX 3070. Masih lumayan powerful di 2026 ini, dan masih cukup OK untuk gaming tipis-tipis.
Soal OS, kali ini saya sudah tidak dual-boot Windows lagi. Begitu laptopnya sampai, langsung saya timpa dengan CachyOS 😀

Saya baca-baca, CachyOS cocok untuk laptop yang menggunakan GPU Nvidia. Saya juga mulai merasa sudah bisa “lulus” dari Cinnamon, jadi saya install Plasma sebagai desktop environment-nya.
Begitu install, driver Nvidia langsung jalan tanpa perlu utak-atik banyak. Hanya perlu pilih kernel yang disarankan CachyOS, setelah itu semua langsung smooth.
Setelah selesai setup laptop baru ini, saya merasa CachyOS (atau mungkin Linux secara general) sudah semakin matang. Setup awal yang harus dilakukan semakin sedikit.
Paling yang masih harus saya lakukan adalah hal-hal yang memang perlu diubah karena keinginan pribadi, seperti setup encrypted DNS. Di luar itu, CachyOS sudah siap pakai banget untuk keperluan sehari-hari.
Saya juga hanya perlu membiasakan diri dengan aplikasi-aplikasi baru yang digunakan CachyOS, seperti Alacritty (terminal) dan Shelly (package manager). Secara fungsi sama, UI-nya saja yang sedikit berbeda.
Beberapa perbedaan yang saya rasakan menggunakan laptop baru ini:
- Ukuran layar 16 inch. Ini pertama kalinya saya menggunakan laptop dengan layar sebesar ini. Ternyata enak juga haha. Tapi memang jadi kurang portable kalau dibandingkan dengan laptop 14 inch.
- Layar dengan aspect ratio 16:10. Jauh lebih enak ketimbang 16:9 di T480.
- Sayangnya slot SD card-nya sudah tidak flush ke body 🙁 Di T480, kalau memasukkan SD card, card-nya bisa masuk total, jadi saya pakai sebagai eksternal drive semi permanen. Untungnya ThinkPad P1 Gen 4 ini sudah memiliki storage 1TB.
- Keyboard T480 masih lebih enak :’)
Untuk sekarang, kombinasi P1 Gen 4 + CachyOS ini rasanya sudah pas banget dengan kebutuhan saya. T480 tetap jadi laptop cadangan yang saya sayang, tapi P1 Gen 4 ini sekarang jadi mesin utama untuk kerjaan dan eksperimen pribadi.
Sebelum kamu pergi
Kalau kamu suka dengan artikel ini, gunakan tombol-tombol di bawah untuk membagikan artikel ini ke teman-teman kamu, dan daftarkan email kamu untuk mendapatkan update jika ada artikel baru.
