Memasang kondom internet (Pi-hole + Cloudflared).

Di artikel Privacy zaman now – part 1, saya pernah menyinggung mengenai DNS.

DNS (Domain Name System) itu seperti buku telepon digital. Kita kan sudah terbiasa mengunjungi situs dengan alamat seperti https://www.google.com/, namun alamat sebenarnya Google (salah satunya) adalah 172.217.194.138. Namun angka-angka seperti itu kan susah diingat, jadi harus ada yang menghubungkan alamat google.com dengan alamat full angka tersebut, itulah fungsi DNS.

Kenyataannya adalah, koneksi DNS sekarang ini banyak sekali yang tidak terlindungi dengan baik. Penyedia layanan internet kita juga sebenarnya memiliki DNS mereka masing-masing dan mereka memiliki akses ke sejarah browsing kita semua dengan membaca kegiatan DNS ini.

Di artikel tersebut topik bahasannya lebih kepada enkripsi DNS di perangkat masing-masing pengguna internet.

Nah, sebenarnya ada cara untuk mengamankan DNS satu level di atas itu.

Continue reading Memasang kondom internet (Pi-hole + Cloudflared).

Privacy zaman now – part 2

Di bagian pertama, saya sharing tentang cara saya mencoba melindungi keamanan koneksi internet yang saya gunakan. Di bagian kedua ini saya coba sharing tentang cara saya mencoba mengurangi potensi pengambilan data pribadi dari sisi browsing menggunakan internet browser.

Sebelum ini saya suka menggunakan internet browser Google Chrome, karena dulu Chrome sangat ringan dan cepat. Namun Chrome sebenarnya mengumpulkan cukup banyak data mereka ke Google. Di sisi positifnya, Google sebenarnya cukup terbuka mengenai hal ini, mereka menjelaskan secara detil data apa saja yang mereka kumpulkan. Chrome memberikan opsi untuk mematikan fitur-fitur yang mengirimkan data ke Google, tapi saya yakin kebanyakan orang tidak akan melakukan hal ini.

Secara general, Mozilla Firefox lebih perduli terhadap privacy para penggunanya. Mereka juga biasanya cepat tanggap atas peristiwa yang menyangkut hal ini, contohnya adalah ketika kasus Cambridge Analytica dan Facebook mulai heboh di awal tahun ini, tidak lama kemudian Mozilla Firefox mengeluarkan Facebook Container Extension, untuk mengkarantina tab-tab browser yang mengunjungi platform Facebook dari tab-tab yang lain untuk mengurangi daya tracking Facebook.

Continue reading Privacy zaman now – part 2

Privacy zaman now – part 1

Di era digital zaman now, privacy jadi semakin susah. Hampir semua service/device modern yang kita pakai banyak sekali mengumpulkan data pribadi kita untuk dijadikan sumber penghasilan banyak perusahaan teknologi. Sebut saja Google dan Facebook, jualan utama mereka adalah data pengguna platform mereka yang ditawarkan ke penawar tertinggi untuk ditampilkan iklannya ke para pengguna Google dan Facebook.

Jujur saja, saya kalau melihat dari sisi pelaku bisnis, juga suka melihat data seperti itu. Dulu di Tokopedia, sebagai salah satu yang menginisiasi fitur recommendation engine, melihat bahwa Tokopedia memiliki data aktifitas pengguna yang luar biasa menarik. Bisa diolah untuk memberikan layanan yang lebih baik dan bisa berguna untuk user itu sendiri. Ketika recommendation engine akhirnya rilis, cukup banyak orang melakukan pembelian dari produk-produk yang ditawarkan oleh recommendation engine tersebut. Artinya data pengguna berhasil diolah menjadi sesuatu yang berguna untuk mereka kembali.

Tapi, sebagai pribadi, rasanya risih kalau data penggunaan saya dipakai oleh pihak ketiga seperti itu. Ironis memang.

Continue reading Privacy zaman now – part 1