Review router GL.iNet Convexa-B (GL-B1300)

Saya pernah menulis dua artikel mengenai DNS sinkhole:

Nah kali ini saya ingin mencoba solusi yang ketiga, yaitu router yang mendukung enkripsi DNS secara native.

Saya memutuskan untuk mencoba router GL.iNet Convexa-B (GL-B1300). Saya beli dari Jakmall karena waktu saya cek-cek harga, harganya paling murah di situ.

Kenapa saya tertarik dengan GL-B1300? Karena router tersebut menggunakan OpenWrt.

Apa itu OpenWrt?

OpenWrt adalah sistem operasi berbasis Linux yang ditujukan untuk alat-alat seperti router. Berbeda dengan firmware router yang pada umumnya terbatas, OpenWrt memungkinkan kita untuk install software atau plugin tambahan.

Saya sudah lama penasaran ingin mencoba menggunakan OpenWRT, namun router yang saya gunakan sebelumnya, TP-Link Archer C9, tidak sepenuhnya direkomendasikan oleh OpenWRT karena menggunakan chipset Broadcom.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan Archer C9. Selama ini saya puas dengan performanya. Justru hal ini yang bikin saya nunda-nunda ganti router, karena Archer C9-nya masih berfungsi dengan bagus banget kok hahaha.

Tapi rasa penasaran saya akhirnya menang.

GL.iNet Convexa-B (GL-B1300)

Spesifikasi router ini secara singkat:

  • Menggunakan SoC quad-core ARM @717MHz dari Qualcomm.
  • RAM 256MB DDR3L.
  • Flash storage 32MB .
  • USB 3.0.
  • Mendukung 802.11ac.
  • Mendukung MU-MIMO (secara teori, untuk distribusi data yang lebih baik ke banyak device sekaligus).
  • Sudah menggunakan OpenWRT.
  • Bisa berfungsi sebagai mesh router, jika menggunakan dua atau tiga router.
  • Bisa tethering menggunakan koneksi internet dari smartphone.
  • Bisa colok modem 3G/4G ke routernya untuk koneksi backup, jika dibutuhkan.
  • Bisa jadi repeater.

Aksesoris yang didapat tidak banyak, hanya power adapter, kabel LAN, kartu manual, dan kartu garansi. Design routernya sendiri cukup simple dan bersih. Ukurannya juga tidak terlalu besar (117 x 117 x 35mm / 212g), dan tidak ada antena luar.

Setup awal cukup mudah, cukup connect ke jaringan WiFi default GL-B1300-xxx, kemudian pergi ke web admin panel di http://192.168.8.1 untuk bisa mengganti nama jaringan WiFi serta password-nya.

Sejauh ini saya sangat puas dengan GL-B1300, tapi bukan berarti router ini sempurna.

Pertama, router ini ditujukan untuk digunakan sebagai mesh router, jadi kalau hanya menggunakan satu router, jangkauannya mungkin tidak terlalu luas. Jangkauan GL-B1300 ini kalah luas jika dibandingkan dengan TP-Link Archer C9 yang saya gunakan sebelumnya karena Archer C9 memiliki 3 antena eksternal.

Tapi seandainya kamu menggunakan dua atau bahkan tiga GL-B1300 sebagai mesh router, saya yakin ini adalah solusi yang superior.

Saya sempat mempertimbangkan untuk membeli GL-B1300 kedua, tapi akhirnya tidak jadi karena saya sebenarnya sudah memiliki range extender TP-Link RE450. Berkat alat ini, jangkauan GL-B1300 menjadi lebih luas dan sudah cukup untuk keperluan saya di rumah.

Kedua, Gl-B1300 ini ternyata masih menggunakan OpenWrt versi lama (15.05.1), sedangkan OpenWrt terbaru sudah mencapai versi 19.07.3 (per Juli 2020). Kenapa? Ternyata karena pihak Qualcom sebagai penyedia chipset yang digunakan oleh GL-B1300, belum melakukan update ke versi terbaru tersebut hingga sekarang.

Sebetulnya kita bisa saja menggunakan versi 19.07 di GL-B1300, namun sepertinya ada pengaruh negatif pada performa WiFi. Untuk sekarang, GL-B1300 sudah berjalan dengan baik, dan semua fitur yang saya ingin gunakan sudah tersedia.

OpenWrt memiliki banyak sekali fitur, dan GL.iNet juga menambahkan beberapa fitur bagus tambahan.

  • Kita bisa memonitor dan mengutak-atik router ini dari luar jaringan menggunakan fitur GoodCloud.
  • GL.iNet juga sudah menyediakan fitur Dynamic DNS yang siap digunakan.
  • GL-B1300 bisa menjadi server untuk OpenVPN dan WireGuard (bisa menjadi client juga).
  • TOR support.
  • Adblocker
  • Encrypted DNS
  • Kita bisa melakukan traffic-shaping dan Quality of Service (QoS) pada alat-alat yang terhubung ke jaringan. Kalau ada yang menggunakan bandwidth terlalu besar, bisa kita batasi kecepatan upload dan downloadnya.

Saya merasa baru menggunakan sedikit sekali dari fitur-fitur yang tersedia ini.

Pada bagian-bagian berikut saya akan sharing mengenai:

  • Kendala jaringan 5Ghz yang saya alami beserta solusinya.
  • Cara untuk install adblocker.
  • Cara mengaktifkan DNS over TLS.
  • Serta cara untuk mengganti penyedia DNS over TLS dari Cloudflare ke NextDNS.

Mengganti Country Code

Saya sempat mengira router yang saya beli ini rusak, karena jaringan 5Ghz-nya tidak terdeteksi di laptop dan smartphone saya. Setelah saya coba utak-atik seharian, dan bertanya di forum GL.iNet, ternyata saya harus mengganti Country Code dari US menjadi ID. Setelah melakukan perubahan ini akhirnya jaringan 5Ghz bisa digunakan dengan lancar.

Seandainya kalian mengalami masalah serupa, berikut cara mengganti Country Code:

1. Pada Admin Panel, buka menu MORE SETTINGS dan pilih Advanced.

2. Kemudian kamu harus login lagi untuk mengakses Admin Panel yang lebih advanced ini.

3. Buka menu Network, pilih WiFi.

4. Pilih Edit pada Wireless Overview.

5. Pada Device Configuration, pilih tab Advanced Settings, ganti Country Code menjadi ID.

6. Jangan lupa klik Save.

7. Lakukan yang yang sama untuk jaringan WiFi yang satunya lagi (wifi0 atau wifi1).

Setelah melakukan ini, jaringan WiFi 5GHz akan berjalan lancar.

Menginstall Adblock

Mumpung sedang buka Admin Panel versi advanced ini, kita bisa install plug-in adblock. Sekalian kita lihat cara untuk meng-install software di OpenWrt.

  • Buka menu System, dan pilih Software. Di sini kalian bisa install banyak aplikasi tambahan.
  • Untuk sekarang kita coba cari adblock pada Filter dan klik Find package.
  • Klik install pada adblock dan luci-app-adblock.
  • Setelah itu, akan ada menu tambahan Adblock di menu Services.
  • Pada menu tersebut kamu bisa memilih Blocklist apa saja yang ingin kamu gunakan.

Saya sendiri tidak menggunakan fitur ini, namun saya ingin menjelaskan caranya untuk yang tertarik, dan untuk memperlihatkan contoh fleksibilitas dari OpenWrt di mana kamu bisa install software atau plugin tambahan dengan cukup mudah.

Kenapa tidak menggunakan adblock? Nanti akan saya jelaskan di bawah.

Mengaktifkan DNS over TLS Cloudflare

Untuk mengaktifkan fitur ini, kita bisa kembali ke Admin Panel yang biasa (192.168.8.1).

  • Buka menu MORE SETTINGS dan pilih Custom DNS Server.
  • Cukup aktifkan DNS over TLS from Cloudflare dan klik Apply.
  • Selesai! Mudah bukan?

Tapi bagaimana kalau saya ingin menggunakan DNS lain seperti NextDNS? Saya pribadi lebih suka NextDNS karena bisa berfungsi sebagai DNS sinkhole. Kebetulan saya juga sudah membayar untuk NextDNS Pro, jadi sayang kalau tidak digunakan dengan maksimal hehe.

Apa bisa mengganti Cloudflare dengan NextDNS? Bisa, tapi caranya sedikit sulit.

Kalau sabar menunggu, menurut informasi yang saya dapatkan dari forum GL.iNet, sudah ada rencana agar user bisa memilih NextDNS dengan mudah dari menu Custom DNS Server ini ke depannya. Kalau tidak sabar, berikut cara mengubahnya sekarang.

Mengganti Cloudflare dengan NextDNS

Untuk mengganti Cloudflare ke NextDNS, kita harus melakukan SSH ke router. Kalau kamu menggunakan Windows, bisa menggunakan aplikasi PuTTY (baca juga: Cari, install, dan update aplikasi di Windows dengan mudah menggunakan Chocolatey).

  • Lakukan SSH ke 192.168.8.1.
  • Login as root, kemudian masukkan password yang kamu gunakan untuk masuk ke Admin Panel.
  • Setelah berhasil, ketik vi /etc/stubby/stubby.yml dan tekan Enter pada keyboard.

Maksud perintah ini adalah untuk meng-edit file konfigurasi program stubby menggunakan text editor vi. Stubby adalah aplikasi yang melakukan enkripsi DNS dan seharusnya sudah terinstall sejak awal di GL-B1300.

  • Setelah terbuka, cari baris berikut:
# IPv4 addresses
# # Cloudflare servers
  - address_data: 1.1.1.1
    tls_port: 853
    tls_auth_name: "cloudflare-dns.com"

# # Cloudflare servers secondary
  - address_data: 1.0.0.1
    tls_port: 853
    tls_auth_name: "cloudflare-dns.com"
  • Ganti menjadi:
# IPv4 addresses
# # Cloudflare servers
  - address_data: xx.xx.xx.x
    tls_port: 853
    tls_auth_name: "zzzzzz.dns1.nextdns.io"

# # Cloudflare servers secondary
  - address_data: yy.yy.yy.y
    tls_port: 853
    tls_auth_name: "zzzzzz.dns2.nextdns.io"

xx.xx.xx.x dan yy.yy.yy.y adalah IP DNS server dari NextDNS, sedangkan zzzzzz adalah NextDNS ID kamu. Nilai-nilainya bisa kamu cek di my.nextdns.io.

Catatan tambahan:

  • Untuk masuk mode edit pada vi, tekan tombol Insert pada keyboard.
  • Untuk keluar mode edit, tekan tombol Esc pada keyboard.
  • Untuk save dan keluar dari file, ketik :x setelah kamu keluar dari mode edit.
  • Saya hanya mengganti settingan untuk IPv4, karena hanya itu yang saya butuhkan. Kamu bisa ganti juga setting alamat IPv6 jika dibutuhkan.
  • Ada baiknya menyalin isi file stubby.yml ke tempat lain sebelum mengubah isinya.

Dengan mengganti konfigurasi ini, kamu sudah berhasil merubah enkripsi DNS dari Cloudflare ke NextDNS.

Untuk mengecek apakan benar sudah berhasil, kunjungi my.nextdns.io dan lihat statusnya.

Hore.

Karena NextDNS bisa berfungsi sebagai DNS sinkhole, saya tidak perlu menggunakan adblock seperti yang saya sebut sebelumnya. Saya juga senang menggunakan NextDNS karena NextDNS memiliki dashboard analytics yang cukup informatif.

Kalau kamu tidak ingin repot, kamu cukup menggunakan adblock serta DNS over TLS from Cloudflare seperti yang sudah saya jelaskan di bagian-bagian sebelumnya untuk mendapatkan hasil serupa dengan lebih mudah.

Penutup

Router GL.iNet Convexa-B (GL-B1300) adalah sebuah router yang keren dan banyak sekali fiturnya. Salah satu fitur favorit saya adalah kemampuan untuk menggunakan custom DNS langsung di router tanpa alat tambahan.

Jadi kalau kamu mencari router yang lebih dari sekedar router biasa, Convexa-B adalah pilihan yang tepat

Semoga review ini berguna dan informatif. Ciao.


Sebelum kamu pergi

Kalau kamu suka dengan artikel ini, gunakan tombol-tombol di bawah untuk membagikan artikel ini ke teman-teman kamu, dan daftarkan email kamu untuk mendapatkan update jika ada artikel baru.

6 thoughts on “Review router GL.iNet Convexa-B (GL-B1300)”

    1. Kalau posisi router di tengah ruangan, seharusnya aman.

      Seandainya di pojokan, selama ruangan agak kosong seharusnya masih aman juga.

      Cukup banyak faktor yang bisa memengaruhi kekuatan signal.

      Kalau saya di ruko, memang lebih tricky. Jadi tetap butuh repeater atau beli 2x convexa-b dan setup sebagai mesh router. Kebetulan saya sudah punya repeater, jadi saya pakai itu saja.

      1. Terimakasih informasinya.mungkin nanti saya coba mod antennya saja. kalau 2masih kemahalan untuk dirumah haha

  1. perlu banget nih DD-WRT yang support 4G tapi ngga pake USB, langung simcard.. barangkali nyari juga bagi-bagi info nya ya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *