Peralatan kopi untuk pemula

Semenjak pandemi ini, saya jadi ingin lebih sering membuat kopi di rumah.

Saya sebenarnya bukan orang yang rutin minum kopi, tapi saya suka dengan ritual membuat kopinya.

Jadi saya mulai riset peralatan kopi apa saja yang sekiranya berimbang dari sisi harga, kemudahan penggunaan alatnya, kemudahan membersihkan alatnya, dan tentunya kualitas kopi yang dihasilkan.

Berikut adalah beberapa peralatan kopi yang akhirnya saya beli beserta dengan review singkatnya.

AeroPress

Untuk peralatan kopi utama, pilihan saya jatuh kepada AeroPress.

Seperti suntikan yang besar, tapi untuk kopi.

Beberapa pertimbangan saya memilih AeroPress:

  • Harganya tidak terlalu mahal (sekitar 500 ribuan).
  • Alatnya ringkas, tidak makan banyak tempat.
  • Mudah digunakan dan mudah dibersihkan.
    • Setelah digunakan, ampas kopi bisa dibuang dengan sangat mudah.
    • Tutup dan plunger-nya cukup dibilas dengan air bersih.
  • Yang terpenting, alat ini bisa menghasilkan kopi yang enak.

AeroPress sendiri adalah sebuah alat kopi yang sangat fleksibel. Banyak sekali resepresep untuk membuat kopi menggunakan AeroPress yang bisa ditemukan di internet.

Saya akan share resep pribadi saya di akhir artikel ini.

Aksesoris lainnya

Grinder

Grinder adalah alat yang sangat penting. Karena secara umum, kualitas grind bisa mempengaruhi rasa dan kualitas kopi yang dihasilkan.

Meskipun AeroPress adalah alat yang tidak terlalu rewel masalah kualitas grind, tetapi kualitas grind yang baik dan konsisten akan tetap membantu menghasilkan minuman kopi yang lebih enak.

Karena itu saya memutuskan untuk membeli grinder dengan kualitas menengah saja, tidak perlu yang sangat mahal.

Pilihan saya jatuh ke Timemore C2 Titanium.

Bagian gilingannya dilapis dengan Titanium.

Saya memilih hand grinder manual seperti ini, sekali lagi karena pertimbangan ukuran. Dapur saya tidak besar, jadi hand grinder dengan ukuran yang compact seperti ini cocok untuk saya.

Sebelum memiliki grinder, saya biasanya membeli kopi bubuk. Namun setelah menggunakan grinder, saya menyadari bubuk kopi yang baru saja di-grind itu memang lebih segar.

Untuk membuat kopi dengan AeroPress, saya menggunakan settingan 10 klik untuk hasil gilingan yang cukup halus. Untuk grinding 11 gram biji kopi, hanya butuh waktu tidak sampai 1 menit.

Timbangan dengan timer

Saya beli yang cukup murah saja di toko online seperti ini:

Yang penting bisa mengukur perbedaan hingga 0.1 gram, jangan beli yang tingkat akurasinya mentok di 1 gram.

Untuk fungsi timer, sebenarnya tidak perlu-perlu amat karena bisa pakai smartphone, tapi kalau ada sekalian di timbangan akan lebih nyaman.

Prismo Fellow

Ini adalah aksesoris untuk AeroPress, sebagai pengganti tutup saringannya. Sebenarnya tidak wajib dimiliki, tetapi sangat berguna untuk menahan rembesan air ketika menuang air panas untuk hasil brewing kopi yang lebih optimal.


Prismo Fellow memiliki filter metal, namun saya tetap menambahkan filter kertas AeroPress di atas filter metal-nya untuk hasil kopi yang lebih clean.

Teko listrik

Suhu air cukup penting dalam pembuatan kopi. Untuk mempermudah saya membuat kopi di pagi hari, saya memutuskan untuk membeli teko listrik dari Idealife.

Pertimbangan memilih teko listrik ini:

  • Harganya tidak terlalu mahal, 300 ribuan saja.
  • Sudah memiliki leher tipe gooseneck, untuk penuangan air yang lebih akurat.
  • Walau tidak secanggih teko listrik yang ada pengaturan suhu digital, tapi teko ini sudah ada termometer analognya. Cukup untuk kebutuhan saya.

Memanaskan air juga cukup cepat, sekitar 2 menit saja. Biasanya saya mulai merebus air ketika saya akan grinding biji kopi. Setelah selesai grinding dan memindahkan bubuk kopinya ke dalam AeroPress, biasanya air juga sudah mendidih.

Gelas takar

Untuk mempermudah mengukur air yang diperlukan untuk direbus. Kebetulan saya sudah ada yang merk Pyrex.

Rubber hand blower

Alat ini saya pakai untuk mempermudah membersihkan grinder. Saya juga sudah punya alat ini sejak lama.

Giotto Rocket Blower.

Biaya

Di awal tahun 2022, ini adalah rincian biaya yang saya keluarkan untuk semua peralatan ini:

Nama BarangHarga (IDR)
AeroPress590,000
Timemore C2 Titanium750,000
Fellow Prismo445,000
Idealife electric gooseneck kettle355,000
Timbangan digital91,000

Kisaran harga peralatan yang sudah saya miliki sebelumnya:

Nama BarangHarga (IDR)
Gelas takar Pyrex 500ml140,000
Giotto rocket blower150,000

Menurut saya Fellow Prismo, electric kettle, gelas takar, dan rocket blower itu sifatnya opsional, tapi jika tersedia bisa mempermudah proses membuat kopi setiap harinya.

Resep AeroPress

Untuk resep, saya sendiri masih banyak bereksperimen. Resepnya sendiri juga kemungkinan besar akan berubah di masa depan menyesuaikan dengan biji kopi yang akan saya beli ke depannya.

Saya berencana untuk bertualang mencicipi banyak biji kopi dari seluruh dunia 🙂

Sekarang ini saya sedang menggunakan campuran 2 tipe biji kopi. Satu yang arabica light roast dari Colombia, dan satu lagi yang arabica medium roast dari Tanah Karo.

Sebagai basis, saya mengacu kepada resep dari James Hoffmann, yang kemudian saya modifikasi untuk mendapatkan hasil yang lebih cocok dengan biji kopi yang saya beli, dan selera saya.

Saya sangat menyarankan untuk menonton seri video dari James Hoffman mengenai AeroPress untuk mendapatkan pengertian yang cukup mendalam mengenai alat kopi ini:

Resep AeroPress à la Eka Wirya

Bahan

  • 11 gram kopi light roast yang digiling cukup halus. Saat ini, saya mencampur 5.5 gram kopi light roast, dan 5.5 gram kopi medium roast.
    • Jika kopinya medium atau lebih gelap, bisa ditambah dosisnya dan gilingannya bisa dibuat lebih kasar.
  • 200 gram air mendidih. Kalau kopinya light roast bisa langsung tuangkan saja dalam keadaan mendidih. Tetapi sekarang ini saya menggunakan kombinasi biji kopi yang light roast dengan medium roast, jadi saya tunggu sebentar sampai airnya tidak mengeluarkan suara mendidih baru saya tuang ke AeroPress.

Urutan pembuatan kopi

  • Pasang paper filter di atas metal filter dari Prismo Fellow, tidak perlu dibilas.
  • Pasang Prismo Fellow ke AeroPress.
  • Tempatkan gelas dan AeroPress di atas timbangan.
    • Gunakan gelas/mug yang cukup tebal dan kuat. Karena harus menahan beban tekanan di akhir proses.
  • Masukkan kopi ke dalam AeroPress.
    • Goyangkan AeroPress untuk meratakan bubuk kopi
  • Tambahkan air panas, usahakan agar bubuk kopi basah secara merata.
    • Mulai timer ketika mulai menuang air panas.
  • Aduk menggunakan adukan bawaan dari AeroPress. Jangan diputar, gerakkan ke depan dan ke belakang saja beberapa kali sambil diangkat ke atas. Lihat video dari Jonathan Gagné ini (timestamped) sebagai acuan.
  • Karena saya menggunakan Fellow Prismo, saya tidak langsung memasang plunger. Kalau tidak menggunakan Fellow Prismo, langsung pasang plunger, tidak perlu terlalu dalam, agar air tidak langsung merembes ke dalam gelas.
  • Pindahkan gelas dan AeroPress dari timbangan.
  • Tunggu 3 menit.
  • Pegang gelas dan AeroPress, putar secara pelan sebentar saja. Lihat video James Hoffmann ini (timestamped) sebagai acuan.
  • Tunggu 30 detik.
  • Pasang dan tekan plunger AeroPress secara perlahan selama 30-45 detik.

Opsional, untuk yang suka kopi yang lebih creamy:

  • Tambahkan krimer 5 gram.
  • Tambahkan gula aren 5 gram.

Semoga artikel ini membantu kalian yang ingin rutin membuat kopi enak di rumah dengan peralatan yang tidak banyak makan tempat.

Sampai jumpa di artikel berikutnya.


Sebelum kamu pergi

Kalau kamu suka dengan artikel ini, gunakan tombol-tombol di bawah untuk membagikan artikel ini ke teman-teman kamu, dan daftarkan email kamu untuk mendapatkan update jika ada artikel baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published.