Upgrade meja kerja di rumah

Pada kesempatan kali ini saya ingin sharing mengenai beberapa hardware dan software yang saya gunakan untuk menunjang kegiatan saya bekerja dari rumah di masa pandemi.

Penampakan meja kerja saya di rumah.

Hardware

Laptop: Lenovo Yoga C930

Ini laptop kantor. Saya dapat laptop ini karena waktu itu kebetulan ada orang kantor yang baru saja pindah dari laptop Windows ke Macbook.

Monitor tambahan: LG 22M45

Monitor LED dengan resolusi Full HD yang memang sudah lama saya punya.

Menurut saya, bekerja dengan monitor tambahan memang sangat membantu, apalagi jike sering menggunakan banyak aplikasi sekaligus.

Pada kasus saya, saya biasanya harus buka aplikasi untuk kebutuhan project management (kami menggunakan Wrike di kantor), productivity (internet browser seperti Firefox dan Chromium untuk membuka website dan web app seperti Google Drive, dsb), dan komunikasi (Slack, WhatsApp, dan Telegram).

Mount: SitStand double dual monitor arm mount + laptop tray

Salah satu gadget yang saya beli selama pandemi karena saya ingin mengefisiensikan area meja kerja. Dengan mount ini, laptop dan monitor tidak terlalu makan tempat.

Sebenarnya mount yang saya beli ini untuk menopang 2 monitor, tapi toko yang sama juga menjual tray laptop yang bisa dipasangkan pada salah satu lengannya.

Mengenai posisi laptop dan monitor, saya sudah coba-coba beberapa kombinasi.

Dengan menempatkan laptop dan monitor tambahan di kiri dan kanan, serta menggunakan monitor tambahan secara portrait, saya menemukan bahwa posisi ini yang paling minim membuat saya harus menoleh kiri dan kanan.

Preferensi tiap orang tentunya bisa berbeda-beda ya. Kebetulan saja saya menggunakan monitor utama dan monitor tambahan dengan cukup berimbang.

Ada satu alasan lain saya suka menggunakan monitor tambahan dalam posisi portrait. Jika saya bagi menjadi 3 bagian, ukuran masing-masing bagian menurut saya lebih nyaman dan tidak terlalu kecil dibandingkan dengan menggunakan monitor dalam posisi landscape dan membaginya menjadi 4 bagian. Apalagi monitor ini hanya memiliki resolusi Full HD.

Akan saya jelaskan nanti di bagian software bagaimana caranya untuk mempermudah mengatur monitor tambahan ini.

Oh iya, dual arm mount ini sebenarnya juga bisa digunakan untuk menaikkan posisi laptop dan monitor seandainya kita ingin bekerja dalam posisi berdiri.

Ketika bekerja dalam posisi berdiri, saya pakai meja lipat seperti foto di atas, untuk keyboard dan mouse.

Keyboard: Keychron K2 version 2 (brown switch)

Saya beli keyboard ini karena saya ingin punya mechanical keyboard yang memiliki kapabillitas Bluetooth. Hal ini untuk mengurangi kabel yang melintang di meja.

Link

Baru kali ini saya memiliki keyboard dengan layout 75%, dan saya sangat menyukainya. Ukurannya ringkas, namun tidak mengorbankan banyak fungsi.

Ada penyesuaian yang harus saya lakukan ketika mengetik, terutama karena tombol Shift kanan yang lebih pendek dari biasanya. Di awal-awal menggunakan keyboard ini, saya sering mencet tombol ketika saya ingin mencet tombol Shift.

Dari sisi ketahanan baterai, saya puas dengan kapasitas baterainya yang besar (4000 mAh). Meskipun saya sudah menggunakan keyboard ini selama hampir 3 minggu, saya belum pernah harus charge keyboard ini lagi. Tapi saya akui saya jarang menggunakan backlight pada keyboard karena sudah ada cahaya yang cukup terang dari lampu screenbar.

Mouse: Logitech M590

Saya dulu pilih mouse ini karena mouse ini tipe silent. Sebenarnya aneh juga ya, saya suka menggunakan mouse tipe silent, tapi saya menggunakan mechanical keyboard yang terkenal lebih berisik haha.

Lampu: Baseus i-Wok screenbar

Untuk lampu meja kerja, saya pilih lampu tipe screenbar, jadi lampunya dicantol di bagian atas monitor.

Saya suka lampu tipe ini karena saya bisa menghemat area yang terpakai di meja. Meja kerja juga jadi terkesan lebih bersih.

Selain itu lampu ini juga cocok ketika saya ingin kerja dalam posisi berdiri, karena lampu bisa dengan mudah mengikuti tinggi monitor. Jika saya pakai lampu meja biasa pasti akan lebih susah mengaturnya.

Baseus LED Desk Lamp Adjustable PC Computer Laptop Screen Bar Light Table  Lamp USB Charging Reading Light For Office Home Indoor| | - AliExpress

Fitur lainnya yang saya suka adalah lampu ini mendukung 3 temperatur warna. Jadi kalau harus bekerja sampai malam, saya bisa menggunakan temperatur warna yang lebih hangat agar mata tidak terlalu silau.

Software

Saya ingin sharing tentang dua software yang saya gunakan untuk mempermudah saya ketika membuka banyak aplikasi di dua monitor saya.

DisplayFusion Pro

Software ini memang dibuat untuk mempermudah kita ketika menggunakan multi-monitor. Fitur-nya sangat banyak, tapi buat saya ada satu yang paling penting: split and padding untuk monitor tambahan.

Seperti bisa dilihat pada screenshot di atas, saya membagi area monitor tambahan menjadi 3 bagian.

Dengan ini jika saya maximize jendela aplikasi di area tersebut, akan secara otomatis mengisi salah satu dari 3 area itu saja, bukan mengisi keseluruhan area monitor.

Seperti punya tiga monitor tambahan.

Aplikasi ini dulu saya beli ketika sedang ada Steam Sale, tapi harga normalnya menurut saya tidak terlalu mahal, Rp 159 999 saja.

Groupy

Terkadang memiliki 4 area kerja tetap belum cukup. Saya bisa membuka aplikasi lebih dari itu. Di sinilah aplikasi Groupy sangat membantu, karena Groupy bisa menggabungkan beberapa aplikasi terpisah menjadi satu window, namun dengan tabs. Mirip seperti web browser.

Mungkin video ini bisa bantu menjelaskan:

Harganya tidak teralu mahal, hanya Rp 39 999 di Steam.


Dengan menggunakan DisplayFusion Pro dan Groupy, biasanya saya menyusun aplikasi-aplikasi yang umumnya saya gunakan sepert ini:

Yang Instagram DM itu kadang-kadang saja saya buka, ketika ada yang sedang menghubungi saya di sana dan saya ingin bisa balas dengan lebih nyaman menggunakan keyboard beneran.

Untuk aplikasi seperti WhatsApp, Slack, Wrike, dan Instagram DM, saya buat semuanya menjadi web app menggunakan fitur Create shortcut (Open as window) pada browser Chromium (Firefox juga punya fitur serupa, tapi masih harus diaktifkan menggunakan about:config dan fiturnya menurut saya belum sematang milik Chromium).

Menggunakan fitur ini, web app akan terbuka layaknya aplikasi mandiri tanpa ada UI web browser yang makan tempat seperti URL bar, dan sebagainya.

Perbandingan UI menggunakan web browser biasa dan menggunakan fitur Create shortcut (Open as window)

Dengan ini saya bisa menghemat jumlah aplikasi yang harus saya install di Windows.


Inilah hal-hal yang saya lakukan untuk sejauh ini untuk meng-upgrade meja kerja saya di rumah. Ketika harus manghabiskan banyak waktu di rumah, saya rasa ada baiknya untuk membuat pengalaman ini senyaman mungkin.

Semoga artikel ini berguna untuk yang sama-sama ingin upgrade meja kerjanya di rumah 🙂


Sebelum kamu pergi

Kalau kamu suka dengan artikel ini, gunakan tombol-tombol di bawah untuk membagikan artikel ini ke teman-teman kamu, dan daftarkan email kamu untuk mendapatkan update jika ada artikel baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *