Renungan: The Social Dilemma

Netflix baru-baru ini meluncurkan sebuah dokumenter dengan judul The Social Dilemma. Dokumenter ini berisikan wawancara dengan banyak orang-orang hebat yang pernah di perusahaan-perusahaan teknologi raksasa seperti Facebook, Google, Twitter, Instagram, Pinterest, dst.

Topik utamanya adalah bagaimana banyak produk dari perusahaan-perusahaan ini bertumbuh menjadi sangat besar dalam waktu yang sangat singkat. Dalam proses tersebut, mereka kehilangan kendali dari platform yang mereka ciptakan sendiri.

Hal ini dipengaruhi oleh model bisnis perusahaan-perusahaan tersebut: iklan online.

Perusahaan-perusahaan ini berlomba-lomba untuk meyakinkan bahwa, “Hey, kalau kamu ngiklan di platform saya, pasti hasilnya memuaskan!”

Stonks guaranteed.
Continue reading Renungan: The Social Dilemma

Menghindari URL tracking

Apakah kalian pernah mengunjungi sebuah website, seperti Amazon, dan memperhatikan URL yang panjang seperti ini?

https://www.amazon.com/AmazonBasics-Lightning-USB-Cable-Certified/dp/B07DC9SBLQ/ref=sr_1_1?dchild=1&keywords=amazonbasics&pf_rd_p=934fb9-3aaa-476f-8532-6a4a5da3e7&pf_rd_r=AV0YYJDH57W4EYWSKH&qid=1599500&sr=8-1

Sebetulnya, URL yang dibutuhkan untuk melihat halaman yang sama hanyalah:

https://www.amazon.com/dp/B07DC9SBLQ/

Bagian AmazonBasics-Lightning-USB-Cable-Certified ditambahkan untuk keperluan SEO, sedangkan bagian ref=sr_1_1?dchild=1&keywords=amazonbasics&pf_rd_p=934fb9-3aaa-476f-8532-6a4a5da3e7&pf_rd_r=AV0YYJDH57W4EYWSKH&qid=1599500&sr=8-1 ditambahkan untuk mengikuti gerak-gerik kamu di website tersebut.

Dengan URL tracking tersebut, Amazon bisa mempelajari kamu membuka halaman produk tersebut dari halaman/menu yang mana.

Banyak aplikasi dan website melakukan hal yang sama karena memang hal ini berguna untuk menganalisa kebiasaan pengguna. Namun belum tentu semua orang menyadari atau nyaman dengan hal ini.

Continue reading Menghindari URL tracking

Review router GL.iNet Convexa-B (GL-B1300)

Saya pernah menulis dua artikel mengenai DNS sinkhole:

Nah kali ini saya ingin mencoba solusi yang ketiga, yaitu router yang mendukung enkripsi DNS secara native.

Saya memutuskan untuk mencoba router GL.iNet Convexa-B (GL-B1300). Saya beli dari Jakmall karena waktu saya cek-cek harga, harganya paling murah di situ.

Kenapa saya tertarik dengan GL-B1300? Karena router tersebut menggunakan OpenWrt.

Continue reading Review router GL.iNet Convexa-B (GL-B1300)

Jutaan data pengguna Tokopedia bocor, apa yang harus kita lakukan?

Sore ini beredar kabar bahwa ada seorang hacker yang berhasil mendapatkan data-data pengguna Tokopedia seperti: email, password (hashed), nama lengkap, gender, tanggal lahir, nomor handphone, dan lokasi.

Untuk sekarang hacker ini akan membagikan data dari 15 juta pengguna Tokopedia, namun dia sebenarnya masih memiliki lebih banyak lagi.
Contoh data pengguna Tokopedia yang dibagikan oleh hacker tersebut sebagai bukti.

Segera ganti password Anda (dan mulai gunakan password manager jika belum).

Jika kamu adalah tipe yang menggunakan satu password untuk semua akun, segera ganti password di Tokopedia. Usahakan untuk menggunakan password yang berbeda-beda untuk setiap akun kamu, terutama yang penting-penting seperti email utama, perbankan online, dsb.

Continue reading Jutaan data pengguna Tokopedia bocor, apa yang harus kita lakukan?

Mengurangi jumlah telepon telemarketing dan SMS sampah yang tidak diinginkan.

Saya yakin banyak banget yang kesal dengan telepon dan SMS yang tidak diinginkan.

Untuk telepon telemarketing, tentunya sangat mengesalkan karena mereka menelpon tanpa kenal waktu, mengganggu aktifitas, dan membuat kita tidak lagi percaya mengangkat nomor telepon yang tidak ada di phone book kita.

Kalau mengenai SMS spam, bikin kesal ngga sih dapet banyak notifikasi setiap hari dan ternyata isinya hanya SMS seperti “dapatkan pinjaman tunai” yang tidak kita butuhkan?

Sayangnya data pribadi kita seperti nomor HP memang belum cukup dilindungi dari sisi hukum dan penegakannya.

Di artikel ini, saya ingin sharing cara saya mengurangi ketidaknyamanan ini. Note: saya menggunakan ponsel Android.

Continue reading Mengurangi jumlah telepon telemarketing dan SMS sampah yang tidak diinginkan.

Kondom internet untuk umum (AdGuard DNS, NextDNS)

Sebelumnya saya pernah membahas tentang Pi-hole, DNS sinkhole yang bisa di set-up sendiri dengan cukup mudah menggunakan hardware terjangkau seperti Raspberry Pi.

Pi-hole sangat manjur untuk memfilter permintaan DNS (seperti iklan dan tracker online) di network internet yang bisa kita utak-atik sendiri seperti internet di rumah. Namun bagaimana ketika kita sedang berpergian/mobile?

Tentunya akan ideal jika kita bisa memasang Pi-hole di cloud bukan? Dan sebenarnya memang bisa. Tapi apakah ada cara yang lebih mudah untuk memiliki kapabilitas yang sama tanpa harus repot?

Continue reading Kondom internet untuk umum (AdGuard DNS, NextDNS)

Memasang kondom internet (Pi-hole + Cloudflared).

Di artikel Privacy zaman now – part 1, saya pernah menyinggung mengenai DNS.

DNS (Domain Name System) itu seperti buku telepon digital. Kita kan sudah terbiasa mengunjungi situs dengan alamat seperti https://www.google.com/, namun alamat sebenarnya Google (salah satunya) adalah 172.217.194.138. Namun angka-angka seperti itu kan susah diingat, jadi harus ada yang menghubungkan alamat google.com dengan alamat full angka tersebut, itulah fungsi DNS.

Kenyataannya adalah, koneksi DNS sekarang ini banyak sekali yang tidak terlindungi dengan baik. Penyedia layanan internet kita juga sebenarnya memiliki DNS mereka masing-masing dan mereka memiliki akses ke sejarah browsing kita semua dengan membaca kegiatan DNS ini.

Di artikel tersebut topik bahasannya lebih kepada enkripsi DNS di perangkat masing-masing pengguna internet.

Nah, sebenarnya ada cara untuk mengamankan DNS satu level di atas itu.

Continue reading Memasang kondom internet (Pi-hole + Cloudflared).

Privacy zaman now – part 2

Di bagian pertama, saya sharing tentang cara saya mencoba melindungi keamanan koneksi internet yang saya gunakan. Di bagian kedua ini saya coba sharing tentang cara saya mencoba mengurangi potensi pengambilan data pribadi dari sisi browsing menggunakan internet browser.

Sebelum ini saya suka menggunakan internet browser Google Chrome, karena dulu Chrome sangat ringan dan cepat. Namun Chrome sebenarnya mengumpulkan cukup banyak data mereka ke Google. Di sisi positifnya, Google sebenarnya cukup terbuka mengenai hal ini, mereka menjelaskan secara detil data apa saja yang mereka kumpulkan. Chrome memberikan opsi untuk mematikan fitur-fitur yang mengirimkan data ke Google, tapi saya yakin kebanyakan orang tidak akan melakukan hal ini.

Secara general, Mozilla Firefox lebih perduli terhadap privacy para penggunanya. Mereka juga biasanya cepat tanggap atas peristiwa yang menyangkut hal ini, contohnya adalah ketika kasus Cambridge Analytica dan Facebook mulai heboh di awal tahun ini, tidak lama kemudian Mozilla Firefox mengeluarkan Facebook Container Extension, untuk mengkarantina tab-tab browser yang mengunjungi platform Facebook dari tab-tab yang lain untuk mengurangi daya tracking Facebook.

Continue reading Privacy zaman now – part 2

Privacy zaman now – part 1

Di era digital zaman now, privacy jadi semakin susah. Hampir semua service/device modern yang kita pakai banyak sekali mengumpulkan data pribadi kita untuk dijadikan sumber penghasilan banyak perusahaan teknologi. Sebut saja Google dan Facebook, jualan utama mereka adalah data pengguna platform mereka yang ditawarkan ke penawar tertinggi untuk ditampilkan iklannya ke para pengguna Google dan Facebook.

Jujur saja, saya kalau melihat dari sisi pelaku bisnis, juga suka melihat data seperti itu. Dulu di Tokopedia, sebagai salah satu yang menginisiasi fitur recommendation engine, melihat bahwa Tokopedia memiliki data aktifitas pengguna yang luar biasa menarik. Bisa diolah untuk memberikan layanan yang lebih baik dan bisa berguna untuk user itu sendiri. Ketika recommendation engine akhirnya rilis, cukup banyak orang melakukan pembelian dari produk-produk yang ditawarkan oleh recommendation engine tersebut. Artinya data pengguna berhasil diolah menjadi sesuatu yang berguna untuk mereka kembali.

Tapi, sebagai pribadi, rasanya risih kalau data penggunaan saya dipakai oleh pihak ketiga seperti itu. Ironis memang.

Continue reading Privacy zaman now – part 1