Budgeting 101

Di tahun-tahun pertama saya kerja, saya sering merasa bingung, kok gaji saya setiap bulan cepat habis ya. Sisa uang yang bisa ditabung itu sedikit sekali.

Karena penasaran gaji saya larinya ke mana saja, saya mulai mencatat pengeluaran saya secara rutin menggunakan aplikasi di HP (ini aplikasi yang saya gunakan).

Sejak mencatat pengeluaran, saya mulai mendapatkan pencerahan uang saya habis ke mana saja. Ternyata saya dulu cukup boros di jajan, minum kopi, bayar cicilan gadget, dll. Biasalah anak muda baru dapat gaji.

Yang jadi masalah, meskipun sudah tahu uang saya habis ke mana saja, kok bulan-bulan depannya saya masih merasa boros ya.

Saya coba analisa lagi, sepertinya saya masih boros karena mencatat pengeluaran itu adalah sebuah action yang “telat”. Saya melakukan pencatatan setelah uangnya sudah keluar. Saya menyimpulkan harus ada satu langkah lagi sebelum itu.

GitHub - upperlinecode/budget-buddy-python-functions
Kalau seperti ini sudah telat.

Kemudian saya mulai cari tahu mengenai sistem budgeting / anggaran untuk keuangan pribadi. Di waktu yang berdekatan, saya tidak sengaja menemukan satu aplikasi bernama You Need A Budget atau disingkat YNAB di Steam Summer Sale. Kebetulan banget nih, pikir saya.

Selain menawarkan software, YNAB juga mengajarkan metode budgeting yang menurut saya cukup simple, namun sangat efektif. Setelah saya pelajari lebih lanjut, ternyata yang diajarkan YNAB itu adalah pengembangan dari metode anggaran amplop.

Secara singkat, berikut adalah 4 peraturan simple budgeting yang saya pelajari.

1. Beri tugas ke uang kamu.

Setiap kali kamu mendapatkan uang, misal dari gaji, kamu harus segera memberikan tugas-tugas ke uang kamu tersebut. Contoh, dari gaji kamu, 1 juta bertugas untuk bayar kost, 100 ribu bertugas untuk bayar pulsa, 600 ribu tugasnya untuk biaya transportasi, 1.2 juta tugasnya untuk makan bulanan, dst.

Glen and John's top 21 budgeting hacks — my millennial money
Hmmm, berapa yang harus ditugaskan untuk caramel macchiato setiap bulan…

Setelah itu, kamu bebas untuk menggunakan uang yang sudah ada tugasnya tersebut tanpa ada rasa bersalah.

Untuk aturan nomor 1 ini, alangkah baiknya jika pengeluaran kita bisa lebih kecil dari budget yang sudah ditentukan. Karena dengan demikian, kita bisa menugaskan uang yang lebih sedikit untuk kategori tersebut di bulan depannya. Sisa uangnya bisa ditugaskan untuk membangun dana darurat / tabungan / investasi yang lebih besar.

2. Hitung pengeluaran bulanan kamu yang sebenarnya.

Apakah kamu punya pengeluaran yang mungkin tidak terjadi bulanan, namun setahun sekali? Atau 2 kali setahun?

Pecah pengeluaran-pengeluaran ini ke budget bulanan kamu.

Contoh: kamu harus bayar premi asuransi tahunan sebesar 6 juta rupiah sepuluh bulan lagi. Idealnya, dari sekarang kamu sudah harus menyisihkan 600 ribu per bulan. Jadi ketika jatuh tempo, kamu sudah tidak perlu kelabakan lagi membayar premi 6 juta rupiah tersebut.

Lakukan ini untuk semua pengeluaran kamu yang mungkin rutin, lebih besar jumlahnya, namun bukan bulanan, seperti: pajak, kado ultah, perawatan kendaraan, dll.

Sekarang ini banyak aplikasi budgeting, atau bahkan aplikasi bank digital yang bisa membantu kamu menjalankan sistem ini.

Sistem Pockets di Bank Jago.

Seperti bisa dilihat di screenshot di atas, saya sudah mulai menyiapkan dana untuk beberapa pengeluaran besar yang harus saya keluarkan dalam 1 tahun ke depan. Setiap kali gajian, saya cicil mengisi kantong-kantong ini.

Untuk saya pribadi, ini adalah peraturan budgeting yang paling berpengaruh ke mindset saya. Karena peraturan inilah saya jadi benar benar mengetahui pengeluaran bulanan saya yang “sebenarnya” itu berapa. Saya jadi lebih siap menghadapi pengeluaran-pengeluaran besar.

3. Penyesuaian budget tidak terduga.

Bagaimana jika ada pengeluaran tidak terduga yang lebih besar dari perkiraan di salah satu budget kamu? Sesuaikan dengan memindahkan tugas uang kamu dari tempat lain.

Contoh: Karena WFH, biaya makan, serta tagihan internet, listrik, dan air jadi lebih besar. Sesuaikan dengan memindahkan budget dari jatah untuk beli baju baru, entertainment, dan transportasi.

Roll with the punches.

Jika memungkinkan jangan terlalu sering seperti ini, tapi harus dimaklumi juga bahwa hidup itu penuh perubahan. Jadi sesuaikan budget kamu sesuai keperluan.

4. Semakin “tua” umur uang kamu, semakin bagus.

Tujuan utama dari aturan terakhir ini adalah untuk bisa membiayai pengeluaran bulan ini dari penghasilan bulan lalu (minimal), atau bahkan dari penghasilan bulan sebelum-sebelumnya lagi.

Harapannya adalah dengan melakukan budgeting, dan rajin mencatat pengeluaran, kamu akan lebih sadar mengenai hal-hal apa saja yang menghabiskan uang kamu, dan bisa mengurangi pengeluaran yang kurang penting.

Dulu gaji saya itu banyak habis untuk membiayai pengeluaran di bulan yang sama (tagihan kartu kredit, cicilan, dll). Semenjak melakukan budgeting seperti ini, gaji saya cenderung jauh lebih utuh untuk membiayai pengeluaran saya di bulan depannya.


Demikian 4 peraturan budgeting bulanan yang menurut saya cukup mudah dijalankan namun sangat efektif. Dengan menjalankan peraturan-peraturan ini, saya jadi lebih tenang menghadapi pengeluaran bulanan, pengeluaran besar tahunan, dan lebih bisa planning untuk rencana-rencana seperti liburan (yang banyak tertunda karena wabah pandemi ini).

Sebelum kamu pergi

Kalau kamu suka dengan artikel ini, gunakan tombol-tombol di bawah untuk membagikan artikel ini ke teman-teman kamu, dan daftarkan email kamu untuk mendapatkan update jika ada artikel baru.


Leave a Reply

Your email address will not be published.